Resensi Buku
 |
Nilanjana
Mukherjee, Joan Hardjono dan Elizabeth Carriere, PEOPLE, POVERTY,
AND LIVEHOODS: LINKS FOR SUSTAINABLE POVERTY REDUCTION IN INDONESIA, The
World Bank dan Departemen for International Development (DFID), 2002
Oleh: IDBM Adiyoga
|
Untuk
memperlengkap pemahaman tentang kemiskinan di Indonesia, terutama yang
terkait dengan subsidi kepada keluarga miskin, ada baiknya menyimak hasil
penelitian yang dilakukan oleh Nilanjana Mukherjee, dkk di empat daerah
kasus di empat propinsi di
Indonesia, yaitu di komunitas padi-sawah di jawab Barat, di komunitas
sektor informal perkotaan di Surabaya (Jawa Timur), di komunitas nelayan
pesisir di Lombok (Nusa Tenggara Barat) dan di komunitas pertanian-hutan
di Kalimantan Barat. Temuan-temuan penelitian ini banyak mengungkap
pengalaman dan kebutuhan keluarga miskin dari sudut pandang orang miskin
itu sendiri, terutama yang terkait dengan pola nafkahnya (livelihood).
Pemahaman semacam ini seharusnya menjadi referensi utama dalam menyusun
kebijakan yang terkait dengan keluarga miskin, termasuk kebijakan untuk
memberi susbsidi kepada mereka. Dengan mengacu kepada fakta empirik
semacam ini, besar kemungkinan setiap kebijakan pemerintah akan tepat
sasaran dalam menjawab masalah yang dihadapi oleh keluarga miskin.
Melalui
penelitiannya, Nilanjana Mukherjee, dkk, mencoba memahami keterkaitan
antara struktur dan proses di aras makro dengan sumber-sumber daya andalan
para keluarga miskin saat berupaya menjaga keberlangsung pola nafkahnya.
Untuk itu Nilanjana Mukherjee, dkk, menggunakan metode partisipatif dalam
menggali data primer dan kerangka pikir sustainable
livelihood saat menganalisis aset atau modal yang dimiliki para
keluarga miskin tersebut, seperti: modal manusia, sosial, fisik, alam dan
finansial. Kerangka pikir semacam ini terbukti mampu menghasilkan
pemahaman tentang kemiskinan yang berpusat pada orang miskin itu sendiri,
bersifat responsif dan partisipatif. Kerangka pikir semacam ini juga
terbukti mampu melihat kemiskinan secara multi-level serta mampu memahami
dinamika dan keseimbangan antara dimensi ekonomi, kelembagaan, sosial dan
lingkungan dari keberlanjutan pola nafkah itu sendiri.
Temuan
yang menarik dari penelitian ini adalah fakta bahwa aset atau modal yang
dimiliki dan digunakan para keluarga miskin dalam mempertahankan pola
nafkahnya ternyata berbeda-beda antara satu komunitas dengan komunitas
lainnya. Permasalahan yang dihadapi oleh setiap komunitas keluarga miskin
itupun berbeda satu dengan lainnya. Di komunitas padi-sawah di Jawa Barat
ternyata permasalahan yang dihadapi para keluarga miskin umumnya bersumber
dari beralihnya kepemilikan sawah mereka ke orang lain. Di komunitas
sektor informal perkotaan di Surabaya, isu utama mereka adalah kompetisi
dalam memperebutkan sumber-sumber nafkah. Di komunitas nelayan-pesisir di
Lombok, masalah utama yang dihadapinya adalah menurunnya tangkapan ikan
mereka serta langkanya sumber nafkah alternatif saat bukan musim ikan.
Sedangkan masalah utama yang muncul di komunitas pertanian-hutan di
Kalimantan Barat adalah ketidakterjaminan dan penurunan akses ke
sumber-sumber daya utama mereka.
Pemahaman
yang mendalam terhadap semua hal di atas, akhirnya menghasilkan
titik-titik masuk yang strategis bila pemerintah ingin berkontribusi
memecahkan masalah yang dihadapi para keluarga miskin. Pemahaman yang
tepat tentang titik-titik strategis ini akhirnya dapat menjadi referensi
yang baik dalam merancang implementasi kebijakan pemberian subsidi kepada
keluarga miskin.
Data Buku
Judul Buku : People,
Poverty and Livelihoods:
Links
for Sustainable Poverty Reduction in Indonesia
Penulis : Nilanjana
Mukherjee, Joan Hardjono dan Elizabeth Carriere
Penerbit : The
World Bank dan Departemen
for International Development (DFID)
Tahun Terbitan :
2002
Ukuran
:
21 x 30 cm
Tebal : 106 halaman
IDBM
Adiyoga, Staf Peneliti Pusat P3R - YAE Bogor.